Sejarah Muktamar Muhammadiyah Dari Masa ke Masa

logo muktamar muhammadiyah purwokerto

Muktamar Muhammadiyah: Muhammadiyah dan Aisyiyah pada tanggal 1-5 Juli 2020 akan menyelenggarakan agenda Akbar yakni Muktamar ke-48 baik Muhammadiyah ataupun Aisyiyah. Yang Isya Allah bertempat di Surakarta (Solo). Universitas Muhammadiyah Surakarta telah menyiapkan diri sebagai tuan rumah Muktamar Muhammadiyah 2020 dengan membangun Gedung megah Edutorium UMS.

Apa Muktamar Itu?

Muktamar adalah pertemuan akbar atau rapat besar Pimpinan Muhammadiyah dari semua tingkatan yang selanjutnya akan memilih Ketua dan Pimpinan Muhammadiyah pada tingkat pusat, yang selanjutnya di sebut Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PPM).

Istilah Muktamar sudah umum di kalangan organisasi Islam merujuk pada pertemuan besar wakil organisasi (politik, sosial, profesi) dan pihak yang memiliki kepentingan guna mendiskusikan serta mengambil keputusan. Pada kalangan sekuler perhelatan disebut kongres, wikipedia.

logo muktamar muhammadiyah 2020

logo Muktamar Muhammadiyah ke-48 tahun 2020  di Surakarta Jawa Tengah

Kapan Muktamar Muhammadiyah dilaksanakan?

Bagi pengurus Muhammadiyah mungkin sudah tidak ada pertanyaa tersebut. Tapi bagi warga dan simpatisan Muhammadiyah akan muncul pertanyaan itu. Muktamar Muhammadiyah dilaksanakan setiap 5 tahun sekali dengan agenda utama adalah memilih Anggota Pimpinan Pusat yang baru dan membahas dan menyusun program Dakwah Muhammadiyah untuk lima tahun kedepan.

Dalam Muktamar Muhammadiyah juga akan membahas isu-isu strategis dan aktual dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebagai ormas tertua di Indonesia yang didirikan KH Ahmad Dahlan tahun 1912, Muhammadiyah punya peran besar dalam perjuangan dan membangun Bangsa Indonesia.

Terkait dengan istilah Muktamar ada informasi penting yang terdapat pada lampiran buku Muhammadiyah Abad XV Hijriyah, 70 Langkah ke Depan, karya Ketua PP Muhammadiyah, KH AR Fahruddin, terbit pertama kali pada September 1985.

Lampiran yang berupa tabel berisi daftar nama permusyawaratan, tahun serta tempat penyelanggaraannya. Karena terbit pada tahun 1985, isinya hanya sampai pada Muktamar ke-41, di Surakarta. Pada lampiran kedua, disebutkan nama-nama Ketua (baca: Ketua Umum) Pimpinan Pusat Muhammadiyah hingga Muktamar ke-41.

Daftar Muktamar Muhammadiyah

Sejak 1912 hingga 1925, istilah yang dipakai adalah Rapat Tahunan. Tempat penyelenggaraannya, semua di kota kelahiran, Yogyakarta. Yakni I (1912), II (1913), III (1914), IV (1915), V (1916), VI (1917), VII (1918), VIII (1919), IX (1920), X (1921), XI (1922), XII (1923), XIII (1924), dan XIV (1925).

Dan pernah berubah menjadi Kongres Tahunan. Istilah kongres hanya digunakan 2 kali. Yakni Kongres Tahunan XV (1926) di Surabaya, Jawa Timur dan Kongres Tahunan XVI (1927) di Pekalongan, Jateng.

Pada 1928, berubah lagi menjadi Kongres Besar Tahunan (ke-17), di Yogyakarta; Ke-18 (1929) di Surakarta; ke-19 (1930) di Minangkabau; Ke-20 (1931) di Yogyakarta; Ke-21 (1932) di Makassar; Ke-22 (1933) di Semarang; Ke-23 (1934) di Yogyakarta; Ke-24 (1935) di Banjarmasin; Ke-25 (1936) di Jakarta; Ke-26 (1937) di Yogyakarta; Ke-27 (1938) di Malang; Ke-28 (1939) di Medan; Ke-29 (1940) di Yogyakarta; Ke-30 (1941) di Purwokerto.

Pada 1944, jelang kemerdekaan Republik Indonesia (RI), berubah menjadi Muktamar Dlarurat, yang berlangsung di Yogyakarta. Kemudian Silaturrahmi se-Jawa tahun 1946, juga dilaksanakan di kota kelahirannya.

Penggunaan istilah Muktamar, baru dimulai pada 1950. Yakni ketika organisasi yang didirikan KH Ahamad Dahlan ini menggelar permusyawaratan tertinggi ke-31, di Yogyakarta. Seterusnya, Muktamar ke-32 (1953), di Purwokerto; Ke-33 (1956) di Palembang; Ke-34 (1959) di Yogyakarta; Ke-35 (1962) di Jakarta; Ke-36 (1965) di Bandung; Ke-37 (1968) di Yogyakarta; Ke-38 (1971) di Ujung Pandang (Makassar); ke-39 (1974) di Padang; Ke-40 (1978) di Surabaya.

Pada Muktamar ke-41 di Surakarta, pelaksanaannya agak terlambat (1985), gara-gara ada kebijakan pemerintah yang mewajibkan semua orsospol harus menjadikan Pancasila sebagai satu-satunya asas, yang menimbulkan eskalasi politik yang meningkat.

Setelah itu, pelaksanaan Muktamar kembali normal setiap lima tahunan, yaitu Muktamar ke-42 (1990) di Yogyakarta; Ke-43 (1995) di Aceh; Ke-44 (2000) di Jakarta; Ke-45 (2005) di Malang; Ke-46 (2010) di Yogyakarta. Terakhir, ke-47 (2015) di Makassar.

Nama Ketua Muhammadiyah dari Masa ke Masa

Sejak Rapat Tahunan pertama (1912) hingga keduabelas (1923), KH Ahmad Dahlan selalu terpilih sebagai ketua. Setelah wafat, digantikan KH Ibrahim hingga tahun 1932; KH Hisyam (1932-1936); KH Mas Mansur (1936-1942); Ki Bagus Hadikusumo (1942-1953); Buya AR Sutan Mansur (1953-1959); KH M. Yusnus Anis (1959-1962); KH Ahmad Badawi (1962-1968).

Ketika Muktamar ke-37 (1968) di Yogyakarta, mantan Menteri Agama KH Faqih Usman terpilih sebagai Ketua. Namun baru sepekan menjabat (27 Sept-3 Oktober 1968), beliau wafat. Lantas digantikan KH AR Fahruddin hingga 1990. Kemudian KH Azhar Basyir (1990-1995). Namun, setahun sebelum berakhir masa jabatan, beliau wafat (28 Juni 1994). Lalu digantikan oleh Prof Dr M. Amien Rais.

Dalam Muktamar ke-43 di Aceh tahun 1995, Prof Dr M. Amien Rais terpilih untuk periode 1995-2000. Tapi karena pada 1998 tokoh reformasi itu mendirikan dan menjadi Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), maka posisi Ketua PP Muhammadiyah digantikan oleh Prof Dr Achmad Syafii Maarif, hingga tahun 2000. Buya mendapat amanah yang sama untuk periode berikut (2000-2005), di Muktamar Jakarta (2000).

Selanjutnya, bersamaan dengan terpilihnya Prof Dr M. Din Syamsuddin di Muktamar Malang untuk periode 2005-2010, jabatan ketua berubah menjadi ketua umum. Din terpilih kembali sebagai ketua umum (2010-2015), dalam Muktamar ke-46 di Yogyakarta (2010). Pada Muktamar ke-47 di Makassar, terpilih sebagai ketua umum periode 2015-2020, Dr Haedar Nashir. dari laman pwmu.co.

Untuk mengetahui agenda Muktamar Muhammadiyah ke-48 tahun 2020 di Surakarta anda bisa mengunjungi laman resmi muktamar ke-48 di. www.muktamar48.id

Theme Song Muhammadiyah ke-48 Tahun 2020 Surakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *